Republik Kongo (Brazzaville) telah menjalin kemitraan energi besar dengan Southern Petrochemical Group Yonghua Company melalui perjanjian pengembangan minyak dan gas senilai USD 23 miliar. Kolaborasi ini menargetkan tiga blok—Banga Kayo, Holmoni, dan Cayo—dengan ambisi untuk meningkatkan produksi minyak harian negara tersebut hingga 200.000 barel pada tahun 2030. Output kumulatif dari wilayah-wilayah ini diproyeksikan melebihi 1,3 miliar barel pada tahun 2050.
Aspek kunci dari proyek ini adalah pendekatan terpadu terhadap penggunaan sumber daya. Selain ekstraksi minyak mentah, rencana tersebut juga menekankan pemanfaatan gas terkait untuk mendukung kebutuhan energi dalam negeri dan meminimalkan pembakaran. Pembangunan tersebut akan mencakup fasilitas komersialisasi gas untuk memproduksi LNG, LPG, butana, dan propana, sehingga memperkuat pasokan lokal dan kemampuan ekspor. Infrastruktur tambahan akan mencakup pemrosesan gas, pembangkit listrik mandiri, dan pengelolaan air.
Inisiatif ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas lokal melalui pembangunan pusat pelatihan yang dirancang untuk membangun keterampilan khusus dan meningkatkan lapangan kerja. Yonghua mempunyai keahlian yang mumpuni dalam proyek ini, karena telah mengembangkan 237–250 sumur di blok Banga Kayo, yang saat ini memproduksi sekitar 45.000 barel per hari. Kontrak Bagi Hasil (PSC) yang telah direvisi mendefinisikan strategi pembangunan tiga fase, yang menggarisbawahi pentingnya kerja sama pemerintah-swasta dalam mendorong pengembangan sumber daya berkelanjutan di Afrika.

